BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Sunday, March 7, 2010

Ipad

Seperti piranti keluaran Apple lain, desain ipad Apple pun sedap dipandang mata. Namun, tak seperti yang ditakutkan, iPad dinilai tak akan menjadi pesaing Kindle--E-reader buatan Amazon, demikian menurut para penggemar buku elektronik dan eksekutif penerbitan. Alih-alih, iPad cenderung memacu piranti kategori e-reader untuk berevolusi menjadi lebih canggih.

"iPad adalah tipe bagi pembaca kasual, mereka yang menginginkan semua fitur dalam satu alat, sementara E-reader yang menggunakan E-ink (tinta elektronik) adalah untuk pembaca tingkat lanjut," kata direktur eksekutif penerbitan berbasis Belanda--Eburon Academic Publisher, Wiebe de Jager seperti yang dikutip oleh laboratorium gadget Wired.com.

"iPad alat canggih untuk aktivitas baca umum, terutama artikel berbau majalah dan buku teks, juga beberapa cuplikan e-book. Namun, anda sulit membandingkan layar LCD tak seberapa terang milik iPad dengan layar e-readers yang beredar saat ini. Jauh sekali," ujarnya.

Pada Rabu pekan lalu, Apple meluncurkan iPad, berukuran 9,7 inchi, yang menawarkan kemampuan browsing, membaca buku, menonton film, mendengarkan musik dan mudah dibawa. iPad bakal resmi dijual dua bulan sejak peluncuran dan dibanderol mulai 500 Dolar hingga 800 dolar, bergantung pada memori dan konektifitas.

Namun, menurut pengamat dari Forrester Research, James McQuivey, iPad memiliki harga dua kali lipat dari e-reader berukuran 6 inchi dan kenyamanan, ironisnya, hanya setengahnya,

"Setelah kita melihat iPad, kita tidak melihat ada kemungkinan pasar e-reader akan digoyahkan dengan piranti tersebut," ujarnya. "Ukuran e-reader yang lebih kecil hanya separuh dari harga iPad dan sangat enak di mata untuk membaca."

Layar iPad untuk Sepanjang Masa?

Perbedaan mendasar antara piranti baca buku digital dan kolega sesama elektronik, seperti laptop dan ponsel cerdas ialah pada teknologi layar.

Ponselcerdas dan laptop menggunakan layar LCD yang menawarkan tampilan warna nyata namun, sulit dibaca bila dibawah paparan cahaya matahari. Sementara, display tinta elektronik, seperti Kindle, atau e-readers lain, memang terjebak di dunia hitam putih, namun mereka diklaim menawarkan pengalaman baca lebih baik.

Hanya dengan Kindle, atau Sony Reader, di taman pada akhir pekan yang cerah, bisa jadi tetap membuat anda betah berpiknik. Sementara, menurut pengamat dari perusahaan riset iSuppli, Vinita Jakhanwal, iPad tak bisa menawarkan kualitas serupa. Layar LCD tidak seramah terhadap sinar matahari seperti layar E-ink.

Tak hanya itu, LCD juga lebih boros baterai. Bandingkan janji iPad atas penggunaan non-stop 10 jam dengan kinerja Kindle, yang tak perlu diisi daya, paling sedikit dalam seminggu. Layar tinta elektronik pada Kindle hanya mengonsumsi daya ketika membalik halaman. Matikan antena nirkabel, maka anda dapat menggunakan piranti sepekan tanpa colokan baterai.

Layar LCD, selain boros juga lebih keras pada mata. "Membaca beberapa jam di layar LCD bisa sangat melelahkan," ujar Vinita.

Mungkin, saat ini iPad menang angka dalam kemampuan warna dan memasukkan file audio serta video dalam buku. Namun, itu bukan kelebihan pula dalam jangka lama. Baik E-Ink dan Qualcom, kini tengah mengerjakan proyek layar bewarna yang mengonsumsi daya sangat sedikit serta dapat digunakan di dalam atau di luar ruangan.

Tampilan Segar untuk E-Books.

Seperti yang disinggung sedikit di atas, iPad memberi tampilan yang menarik mata lewat warna dan file-file audio serta video. Sementara Kindle dan rekan sejenis yang berlayar hitam-putih, mungkin bagus dalam efek lelah mata, namun mereka dianggap menghilangkan seni estetika buku dengan menampilkan teks dalam karakter blok monoton.

iPad tentu menawarkan kesempatan lebih bagi penerbit untuk memberi tambahan fitur dalam buku. Itu jelas sebuah langkah yang sepertinya akan mendorong pembuat e-reader tradisional untuk menghadirkan kemampuan serupa.

Namun, seorang loyalis 'berani mati' e-reader konvensional, Len Edgerly, yang memproduksi podcast mingguan secara rutin, Kindle Chronicles, mengatakan, buku yang berkualitas bagus, tidaklah sama dengan lukisan, seperti yang mungkin dianggap beberapa orang.

0 comments: